Tel.: (021) 57940919E-mail: info@jlaindonesia.co.id
+

OTG, ODP, & PDP. APAKAH YANG MEMBEDAKANNYA?

Selama pandemi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, banyak sekali informasi melalui pemberitaan nasional yang membahas tentang istilah OTG, ODP, dan juga PDP. Namun masih banyak orang yang masih asing dan belum bisa membedakan terhadap istilah tersebut. Ketiga istilah untuk status pasien Covid-19 tersebut, tercantum dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan RI. Tujuannya adalah untuk memantau kondisi kesehatan pasien dengan bantuan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai istilah OTG, ODP, dan juga PDP yaitu sebagai berikut :

1. Orang Tanpa Gejala (OTG)

Pada 27 Maret 2020, Kementerian Kesehatan RI mengumumkan kategori kelompok baru terkait Covid-19 di Indonesia. Kategori kelompok baru itu adalah orang tanpa gejala (OTG). Untuk istilah OTG, pengertiannya tertulis dalam dokumen resmi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI edisi keempat. Menurut Kemenkes, yang termasuk kategori OTG adalah mereka yang tidak bergejala tapi memiliki risiko tertular dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kategori OTG juga memiliki riwayat kontak berat, baik kontak fisik atau berada dalam ruangan dengan radius satu meter dari pasien Covid-19. Beda OTG dengan ODP adalah, pada saat pemeriksaan awal OTG tidak menunjukkan gejala sama sekali. Sementara pada ODP sudah memiliki riwayat atau sedang mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, dan berbagai gejala ringan seperti disebutkan di atas.

2. Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Dikutip dari Kementerian Kesehatan, ODP atau Orang Dalam Pemantauan biasanya memiliki salah satu gejala Covid-19. Gejala tersebut adalah gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Biasanya, ODP harus menjalani isolasi di rumah dan kondisinya akan dipantau selama dua minggu. ODP langsung dibawa ke rumah sakit bila kondisinya makin memburuk atau tes laboratorium menunjukkan hasil positif.

3. Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

PDP adalah Pasien Dalam Pengawasan yang biasanya sudah punya gejala demam atau gangguan pernapasan. Pasien PDP biasanya memiliki riwayat perjalanan ke wilayah terinfeksi COVID-19 atau kontak dengan pasien. Pengawasan yang ketat diterapkan pada pasien PDP supaya jangan sampai mengalami perburukan. Pasien mengalami rawat inap di rumah sakit dalam ruang yang terisolasi, pemeriksaan laboratorium, dan pemantauan ketat pada siapa saja yang kontak dengan PDP.

 

Sumber :

Kementerian Kesehatan RI

www.id.theasianparent.com

www.health.detik.com

www.kompas.com